Pengertian Kyai Adalah
Pengertian Kyai - Kyai yaitu orang yang mempunyai ilmu agama (Islam) plus amal dan budpekerti yang sesuai dengan ilmunya. Menurut Saiful Ak...

https://tutorialcarapintar.blogspot.com/2019/07/pengertian-kyai-adalah.html
Ciri-ciri Kyai
Menurut Sayyid Abdullah bin , Alawi Al-Haddad dalam kitabnya An-Nashaihud Diniyah mengemukakan sejumlah kriteria atau ciri-ciri kyai di antaranya ialah: Dia takut kepada Allah, bersikap zuhud pada dunia, merasa cukup (qana`ah) dengan rezeki yang sedikit dan menyedekahkan harta yang berlebih dari kebutuhan dirinya. Kepada masyarakat dia suka memberi nasehat, ber amar ma`ruf nahi munkar dan menyayangi mereka serta suka membimbing ke arah kebaikan dan mengajak pada hidayah. Kepada mereka ia juga bersikap tawadhu`, berlapang dada dan tidak tamak pada apa yang ada pada mereka serta tidak mendahulukan orang kaya daripada yang miskin. Dia sendiri selalu bergegas melaksanakan ibadah, tidak garang sikapnya, hatinya tidak keras dan akhlaknya baik, Di dalam Shahih Muslim di sebutkan dari Ibnu Mas`ud ra, dia berkata. Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk nirwana orang yang didalam hatinya ada kesombongan meskipun seberat zaarah (HR. Muslim).Menurut Munawar Fuad Noeh menyebutkan ciri-ciri kyai di antaranya yaitu:
a. Tekun beribadah, yang wajib dan yang sunnah.b. Zuhud, melepaskan diri dari ukuran dan kepentingan bahan duniawi
c. Memiliki ilmu akhirat, ilmu agama dalam kadar yang cukup
d. Mengerti kemaslahatan masyarakat, peka terhadap kepentingan umum
e. Dan mengabdikan seluruh ilmunya untuk Allah SWT, niat yang benar dalam bakir dan beramal.
Menurut Imam Ghazali membagi ciri-ciri seorang Kyai di antaranya yaitu:
a. Tidak mencari kemegahan dunia dengan menjual ilmunya dan tidak memperdagangkan ilmunya untuk kepentingan dunia. Perilakunya sejalan dengan ucapannya dan tidak menyuruh orang berbuat kebaikan sebelum ia mengamalkannya.b. Mengajarkan ilmunya untuk kepentingan akhirat, senantiasa dalam mendalami ilmu pengetahuan yang sanggup mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, dan menjauhi segala perdebatan yang sia-sia.
c. Mengejar kehidupan alam abadi dengan mengamalkan ilmunya dan menunaikan banyak sekali ibadah.
d. Menjauhi godaan penguasa jahat.
e. Tidak cepat mengeluarkan fatwa sebelum ia menemukan dalilnya dari Al-Qur`an dan As-Sunnah.
f. Senang kepada setiap ilmu yang sanggup mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Cinta kepada musyahadah (ilmu untuk menyingkap kebesaran Allah SWT), muraqabah (ilmu untuk menyayangi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya), dan optimis terhadap rahmat-Nya, diantaranya :
1) Berusaha sekuat-kuatnya mencapai tingkat haqqul-yaqin.
2) Senantiasa khasyyah kepada Allah, takzim atas segala kebesaran-Nya, tawadhu`, hidup sederhana, dan berakhlak mulia terhadap Allah maupun sesamanya.
3) Menjauhi ilmu yang sanggup membatalkan amal dan kesucian hatinya.
4) Memiliki ilmu yang berpangkal di dalam hati, bukan di atas kitab. Ia hanya taklid kepada hal-hal yang telah diajarkan Rasulullah saw.
Menurut Hamdan Rasyid bahwa kyai mempunyai kiprah di antaranya adalah:
Pertama, Melaksanakan tablikh dan dakwah untuk membimbing umat. Kyai mempunyai kewajiban mengajar, mendidik dan membimbing umat insan semoga menjadi orang-orang yang beriman dan melaksanakan pedoman Islam.
Kedua, Melaksanakan amar ma`ruf nahi munkar. Seorang kyai harus melaksanakan amar ma`ruf dan nahi munkar, baik kepada rakyat kebanyakan (umat) maupun kepada para pejabat dan penguasa Negara (umara), terutama kepada para pemimpin, alasannya sikap dan sikap mereka banyak kuat terhadap masyarakat.
Ketiga, Memberikan teladan dan teladan yang baik kepadamasyarakat. Para kyai harus konsekwen dalam melaksanakan pedoman Islam untuk diri mereka sendiri maupun keluarga, saudara-saudara, dan sanak familinya. Salah satu penyebab keberhasilan dakwah Rasulullah SAW, adalah alasannya dia sanggup dijadikan teladan bagi umatnya. Sebagaimana difirmankan dalam surat Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu”.(QS. Al-Ahzab: 21).
Keempat, Memberikan klarifikasi kepada masyarakat terhadap banyak sekali macam pedoman Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Para kyai harus menjelaskan hal-hal tersebut semoga sanggup dijadikanpedoman dan tumpuan dalam menjalani kehidupan.
Kelima, Memberikan Solusi bagi persoalan-persoalan umat. Kyai harus bisa memberi keputusan terhadap banyak sekali permasalahan yang dihadapi masyarakat secara adil menurut al-Qur`an dan al-Sunnah.
Keenam, Membentuk orientasi kehidupan masyarakat yang bermoral dan berbudi luhur. Dengan demikian, nilai-nilai agama Islamdapat terinternalisasi ke dalam jiwa mereka, yang pada risikonya merekamemiliki tabiat mandiri, huruf yang kuat dan terpuji, ketaatan dalam beragama, kedisiplinan dalam beribadah, serta menghormati sesama manusia. Jika masyarakat telah mempunyai orientasi kehidupan yang bermoral, maka mereka akan bisa memfilter infiltrasi budaya ajaib dengan mengambil sisi positif dan membuang sisi negatif.
Ketujuh, Menjadi rahmat bagi seluruh alam terutama pada masa-masa kritis ibarat saat terjadi ketidak adilan, pelanggaran terhadap Hak-hak asasi insan (HAM), peristiwa yang melanda manusia, perampokan,pencurian yang terjadi dimana-mana, pembunuhan, sehingga umatpunmerasa diayomi, tenang, tenteram, bahagia, dan sejahtera di bawah bimbingannya.
Tugas-tugas Kyai
Di samping kita mengetahui beberapa kriteria atau ciri-ciri seorang kyai diatas, adapun kiprah dan kewajiban kyai yaitu sebagai berikut:Menurut Hamdan Rasyid bahwa kyai mempunyai kiprah di antaranya adalah:
Pertama, Melaksanakan tablikh dan dakwah untuk membimbing umat. Kyai mempunyai kewajiban mengajar, mendidik dan membimbing umat insan semoga menjadi orang-orang yang beriman dan melaksanakan pedoman Islam.
Kedua, Melaksanakan amar ma`ruf nahi munkar. Seorang kyai harus melaksanakan amar ma`ruf dan nahi munkar, baik kepada rakyat kebanyakan (umat) maupun kepada para pejabat dan penguasa Negara (umara), terutama kepada para pemimpin, alasannya sikap dan sikap mereka banyak kuat terhadap masyarakat.
Ketiga, Memberikan teladan dan teladan yang baik kepadamasyarakat. Para kyai harus konsekwen dalam melaksanakan pedoman Islam untuk diri mereka sendiri maupun keluarga, saudara-saudara, dan sanak familinya. Salah satu penyebab keberhasilan dakwah Rasulullah SAW, adalah alasannya dia sanggup dijadikan teladan bagi umatnya. Sebagaimana difirmankan dalam surat Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu”.(QS. Al-Ahzab: 21).
Keempat, Memberikan klarifikasi kepada masyarakat terhadap banyak sekali macam pedoman Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Para kyai harus menjelaskan hal-hal tersebut semoga sanggup dijadikanpedoman dan tumpuan dalam menjalani kehidupan.
Kelima, Memberikan Solusi bagi persoalan-persoalan umat. Kyai harus bisa memberi keputusan terhadap banyak sekali permasalahan yang dihadapi masyarakat secara adil menurut al-Qur`an dan al-Sunnah.
Keenam, Membentuk orientasi kehidupan masyarakat yang bermoral dan berbudi luhur. Dengan demikian, nilai-nilai agama Islamdapat terinternalisasi ke dalam jiwa mereka, yang pada risikonya merekamemiliki tabiat mandiri, huruf yang kuat dan terpuji, ketaatan dalam beragama, kedisiplinan dalam beribadah, serta menghormati sesama manusia. Jika masyarakat telah mempunyai orientasi kehidupan yang bermoral, maka mereka akan bisa memfilter infiltrasi budaya ajaib dengan mengambil sisi positif dan membuang sisi negatif.
Ketujuh, Menjadi rahmat bagi seluruh alam terutama pada masa-masa kritis ibarat saat terjadi ketidak adilan, pelanggaran terhadap Hak-hak asasi insan (HAM), peristiwa yang melanda manusia, perampokan,pencurian yang terjadi dimana-mana, pembunuhan, sehingga umatpunmerasa diayomi, tenang, tenteram, bahagia, dan sejahtera di bawah bimbingannya.